Teman saia bunuh diri kemarin malam. Kemarin malam versi saia berarti ‘2 hari yang lalu‘ buat kalian yang baru baca blog ini besok. Atau juga bisa berarti bulan depan bagi kalian yang baca blog ini 1 bulan sebelumnya, dan itu berarti kalian adalah nostradamus, mama lauren atau tukul arwana…
Tidak ada yang pasti memang soal penanggalan dan waktu kematian teman saya itu. Tapi sungguh ironis ketika pulisi (kependekan dari mereka yang ngarumpul di sisi) sibuk menginterogasi orang orang sekitar tentang waktu kematian teman saia itu.. lantas bersitegang dengan pihak rumah sakit yang menyatakan waktu kematian yang berbeda….
Please deh.. teman saia itu MATI .. ti.. tii.. titik ! waktunya jam berapa ya terserah dia dan malaikat maut dong ah.. suka sok exis gt deh. .. Eh maaf saiah terbawa suasana.. Saia menulis ini memberitakan kalau teman saia mati bunuh diri. Ini merupakan kasus yang kesekian kali buat saya.. ada yang bunuh diri karena tekanan putus cinta , ada yang bunuh diri karena tekanan ekonomi, ada yang bunuh diri karena tekanan batin, ada yang bunuh diri karena tekanan golok rampok yang menjarah rumahnya juga..
tapi yang terakhir ini bunuh diri karena tekanan pekerjaan ( jika judi saham adalah pekerjaan ).. Yang repotnya adalah teman saiah itu sebenernya enggak deket deket amat dengan saya.. kenal juga cuma lewat beberapa kali business meeting di Philips tapi sms terakhir di HP nya ditujukan buat saiah..jadi weeeh urang silaturahmi deui dengan Pulisi (perkumPULan tukang InterogaSI…. naon we lah nu penting mah singkatan)
Temen saia itu seorang cowok.. mbok ya please kalau mau bunuh diri jangan pake menunjukan gelagat homo segala.. mau mati bunuh diri kok nge-sms cowok.. kenapa enggak nge-sms Dian Sastro atau Cinta laura aja…bukan tak mungkin mereka merasa iba lantas mengajaknya lari kehutan atau ke pantai kala becek dan enggak ada ojek lalu lupa untuk bunuh diri… dan everyone is happy.
Tak ada yang tahu persis kenapa dia bunuh diri.. sms terahirnya cuma berbunyi.. "Nyet, gw loss lagi.. abis udah semuanya".. tak ada yang tahu pasti isi hati seseorang memang. Mungkinkah dikala seseorang tertawa terbahak bahak ia menyembunyikan one litre of tears atau buku harian Nayla dibalik matanya.. kita tidak tahu…
Teman saya yang satu lagi, yang pernah mencoba bunuh diri juga, berkata: "ih sayang banget ya dia mesti pergi dengan cara begitu.. padahal kan kasusnya enggak separah gw…eh tapi gw juga dulu kalo gak ada yang nyelametin mah pasti udah game over deng "
Saia cuma senyum sinis..buat saia, mereka yang bunuh diri itu sama saja. bedanya paling di alesan. Saia pernah nguping obrolan di sebuah komunitas, ada beberapa tipe bunuhdiri:
1. bunuh diri utk menghilangkan dari beban hidup –> extreme looser whose die as a better person
2. bunuh diri utk merayakan kebahagiaan hidup –> extreme happiest person
3.
orang yg sialnya tetep hidup setelah bunuh diri berkali kali tapi gagal
melulu dan akhirnya milih hidup sebelum bunuh diri lagi di masa tuanya
–> looser but badger, tipe orang pantang menyerah,sayangnya dianya sial weh..
4. orang yg
tetep hidup setelah coba coba bunuh diri sekali tapi digagalkan orang lain dan gak
berminat bunuh diri lagi –> extreme looser who lives as a real real
real looser
5. Orang yang mencoba bunuh diri tapi ditengah jalan sadar suatu hal dan menggagalkan sendiri rencananya tersebut dan tetap hidup–>extreme looser tepi punya bakat jadi stuntman..
teman saia itu masuk golongan mana ya? golongan pertama kah? atau mungkin golongan 5 wannabe tapi gagal?
Pernahkah kaburizal Bakery merasa gagal memimpin anak buahnya di lapindo lalu terbersit keinginan untuk bunuh diri setelah sebelumnya menyerahkan seluruh kekayaannya pada mereka yang lebih berhak di jatim sana?
Pernahkah Megawatty SalahsatoeSoekarnoputri merasa gagal menjadi pemimpin yang cukup cerdas seperti ayahnya lalu terbersit keinginan untuk bunuh diri setelah sebelumnya sadar diri tidak mencalonkan sebagai presiden?
Pernahkah orang orang yang menyuruh membunuh munir sadar akan kesalahan mereka sendiri dan memilih untuk meminum sendiri arsenik yang mereka siapkan?
Pernahkah orang orang F.P.I mikir bahwa membakari CD album dewi Persik itu tidak sepenting menggagalkan pencalonan capres yang kecerdasannya dibawah standar..?
Pernahkah orang orang rasis berfikir bahwa kalau mereka miskin ya itumah salah mereka weh..jangan sirik ama suku lain..?
Pernahkah kamu mikir bahwa selama ini orang selalu mengukur kecepatan tercepat dengan cahaya, tapi tidak pernah tahu berapa kecepatan gelap?
kita tidak akan pernah tahu…
..kita? ..
lo aja kali.. gw enggak
in memoriam my not-so-close friend
next time smsnya jangan kirim ke Three..
nyampenya 5 jam setelah kamu kirim..